Akuntansi metode ekuitas pada dasarnya adalah akuntansi akrual untuk investasi ekuitas yang memungkinkan perusahaan investor menggunakan pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan investi. Definisi “pengaruh signifikan” dijelaskan dalam APB Opinion No.18 paragraf 17 sebagai berikut:

“Dewan menyimpulkan bahwa akuntansi metode ekuitas untuk investasi pada saham biasa seharusnya digunakan oleh investor yang investasinya pada saham berhak suara memberikan kemampuan yang signifikan untuk mempengaruhi kebijakan operasi dan financial dari investi meskipun kepemilikannya atas saham berhak suara 50% atau kurang”

Kemampuan untuk menggunakan pengaruh signifikan didasarkan pada tes kepemilikan 20% seperti yang dijelaskan oleh APB:

“Jika investor memiliki (baik langsung maupun tidak langsung) melalui anak perusahaan, 20% atau lebih dari hak suara pada perusahaan investi, maka investor dipandang mempunyai pengaruh signifikan atau jika investor memiliki (baik langsung maupun tidak langsung) melalui anak perusahaan, kurang dari 20% dari hak suara pada perusahaan investi, maka investor dipandang tidak mempunyai pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.” (Floyd A. Beams)

Metode ekuitas didsarkan pada teori bahwa akuntansi untuk suatu investasi dalam sebuah perusahaan anak harus parallel dengan akuntansi perusahaan induk. Hubungan perusahaan induk dan anak tidak dapat dipisahkan, oleh karena itu perubahan yang terjadi dalam kepemilikan modal pada perusahaan anak memerlukan perlakukan atau penyesuaian pada perusahaan induk. Berdasarkan metode ekuitas, maka:

  1. Investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian dan deviden.
  2. Investor akan mencatat laba dari perusahaan investi, bila perusahaan investi memperoleh laba dan akun investasi akan bertambah.
  3. Investor akan mencatat kerugian dari perusahaan investi, bila perusahaan investi menderita kerugian dan ini akan dicatat sebagai pengurang akun investasi.

Dapat disimpulkan, bahwa bila memiliki investasi antara 20-50% saham biasa sebuah perusahaan, maka umumnya investor tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan atas kegiatan-kegiatan keuangan dan operasi perusahaan penerbit saham. Setiap akhir periode harga pokok tersebut akan disesuaikan dengan L/R yang diperoleh perusahaan penerbit saham. Deviden yang diterima dicatat sebagai pengurang saldo perkiraan investasi dalam saham. Jadi ekuitas perusahaan pemegang saham anak akan berubah akibat:

  1. Adanya L/R yang diperoleh perusahaan anak.
  2. Adanya pembagian deviden perusahaan anak.
  3. Akibat penanaman modal baru.

Dalam hal pencatatan investasi saham pada perusahaan anak, selalu diadakan penyesuaian terhadap adanya perubahan yang terjadi dalam perusahaan anak, sehingga rekening investasi saham senantiasa mengikuti perkembangan yang terjadi pada perusahaan anak, maka metode yang dipakai adalah metode ekuitas.

About these ads