• Kewajiban untuk patuh
  1. Sistem hukum telah memasukkan pandangan-pandangan moral yang menyatakan bahwa perusahaan memiliki kewajiban untuk mematuhi klaim-klaim yang telah mereka nyatakan secara terbuka tentang produk-produknya. The Uniform Commercial Code, dalam Bagian 2-314 menyatakan:
    Setiap pengakuan atas fakta atau janji yang dikeluarkan oleh penjual kepada pembeli yang berkaitan dengan barang dagangan dan menjadi bagian dari landasan tawar menawar merupakan jaminan nyata bahwa produk yang bersangkutan akan mematuhi pengakuan atau janji tersebut.
  2. Selanjutnya Bagian 2-315 Uniform Commercial Code, menyatakan:
    Jika pada saat penandatanganan kontrak atau terjadinya pengikatan kontrak penjual memiliki alasan untuk mengetahui tujuan khusus apa pun yang menyebabkan produk yang bersangkutan diperlukan dan bahwa pihak pembeli mengandalkan keterampilan atau pertimbangan penjual untuk memilih atau memenuhi barang yang diperlukan konsumen, ada… jaminan tersirat bahwa barang yang bersangkutan harus memenuhi tujuan pemakaian khusus tersebut.
  3. Klaim tersurat maupun tersirat yang kemungkinan telah dikemukakan penjual berkaitan dengan kualitas yang dimiliki oleh produk mencakup berbagai bidang dan dipengaruhi oleh berbagai faktor:

• Keandalan
• Umur Pemakaian
• Pemeliharaan dan
• Keamanan

  • Kewajiban Pengungkapan
  1. Sebuah perjanjian tidak akan dapat mengikat siapapun sepanjang kedua belah pihak yang terikat perjanjian tidak mengetahui apa saja yang mereka lakukan dan mereka pilih untuk mereka lakukan.
  2. Implikasinya adalah bahwa penjual yang ingin mengikatkan kontrak dengan konsumen berkewajiban untuk mengungkapkan secara persis apa yang sedang dibeli oleh konsumennya dan apa-apa saja yang menjadi persyaratan penjualannya.
  3. Setidak-tidaknya, bahwa si penjual memiliki kewajiban untuk memberikan informasi kepada pembeli semua karakteristik produk yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli produk yang bersangkutan.
  • Kewajiban untuk tidak memberikan penyesatan informasi
  1. Penyesatan informasi, bahkan lebih dari sekedar kegagalan untuk mengungkapkan informasi, akan mengakibatkan mustahilnya kebebasan memilih.
  2. Orang yang secara sengaja melakukan tindak penyesatan informasi ibarat penipu yang menginginkan orang untuk bertindak dan bukan sebagai orang yang memiliki kebebasan untuk bertindak
  3. Karena kebebasan memilih merupakan unsur pokok dari sebuah kontrak yang mengikat, maka tindakan sengaja menyesatkan informasi mengenai hakekat barang yang dijualbelikan merupakan tindakan yang salah.
  4. Para penjual akan dikatakan sebagai bertindak menyesatkan informasi mengenai sesuatu barang dagangan jika mereka menampilkan barang dagangan tersebut dengan cara yang sengaja mengelabui pembeli agar berfikir sesuatu mengenai produk tersebut.
  5. Pengelabuan ini dapat saja dilakukan melalui kata-kata kebohongan lisan, seperti jika sebuah model bekas disebutkan sebagai model baru, atau melalui isyarat-isyarat, seperti jika ada sebuah model yang tidak diberi tanda baru dipajang di deretan model-model baru.
  • Kewajiban untuk Tidak Memaksakan Kehendak
  1. Orang seringkali bertindak irrasional jika mereka berada dalam pengaruh rasa takut atau tekanan emosional.
  2. Jika seorang penjual memanfaatkan kekhawatiran atau stress emosional seorang pembeli agar mau memberikan kesepakatan yang tidak akan mau diberikannya seandainya pembeli yang bersangkutan tidak berada dalam keadaan tekanan atau jika pembeli yang bersangkutan berfikir secara rasional, maka penjual yang bersangkutan dapat dikatakan telah melakukan tekanan dan pengaruh untuk melakukan pemaksaan.
  3. Karena kesepakatan terhadap sesuatu kontrak memerlukan adanya perkenan atau kesepakatan yang harus diberikan secara suka rela, maka penjual memiliki kewajiban untuk menarik diri dari tindakan memanfaatkan keadaan-keadaan emosional yang kemungkinan dapat memaksa pembeli bertindak dengan cara tidak rasional.
  4. Dengan alasan-alasan yang sama, penjual juga memiliki kewajiban untuk tidak memanfaatkan rasa bersalah, kepolosan, ketidaktahuan, atau faktor-faktor lainnya yang akan menurunkan atau menghilangkan kemampuan pembeli untuk memutuskan pilihan rasional secara bebas.