Liberalisasi memiliki 4 tujuan antara lain:

a. Konglomerasi, adalah sebuah kegiatan penguasaan bidang-bidang usaha mulai hulu sampai hilir. Penguasaan ini dapat berupa penguasaan teknologi maupun teknik hingga penguasaan terhadap faktor-faktor produksi. Perusahaan konglomerasi biasanya memiliki sumber dana yang kuat sehingga dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan kecil dengan modal terbatas sulit untuk memasuki pasar tersebut.

b. Privatisasi, adalah sebuah kegiatan pengambilalihan suatu perusahaan kepada pihak lain yang dapat dilakukan dengan mengaukuisis atau merger. Bahkan tidak mungkin proses pengambilalihan dilakukan dengan cara menjual perusahaan tersebut. Dalam penjualan perusahaan tersebut perlu dipertimbangkan aspek manfaat ekonomi (nilai jual) dan non ekonomi (dampak) sehingga pihak yang melakukan penjualan mendapatkan manfaat tersebut (nilai jual tinggi). Dalam penentuan besarnya nilai jual harus melibatkan pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan tersebut. Terkadang pula dalam privatisasi, penentuan nilai jual dilakukan secara sepihak tanpa melibatkan pihak-pihak yang terkait. Bagaimana yang terjadi bila privatisasi tersebut adalah perusahaan milik pemerintah (negara)? Bukan tidak mungkin pemerintah akan menerima manfaat yang sedikit dalam kegiatan tersebut. Misal kasus privatisasi PT. INDOSAT yang dijual dibawah nilai jual umumnya.

c. Pencabutan subsidi, berarti menyerahkan mekanisme harga kepada pasar. Harga yang terbentuk adalah harga yang memang terjadi karena proses permintaan dan penawaran. Hal ini akan menjadi persalahan yang serius ketika barang yang disubsidi adalah barang yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Misal bahan bakar minyak (BBM). Di satu sisi beban APBN pemerintah sangat berat sehingga diperlukan usaha untuk meringankan hal tersebut. Cara yang paling mudah adalah dengan mencabut subsisi. Namun disisi lain, bila subsidi tersebut dicabut, maka dapat mengakibatkan daya beli masyarakat semakin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan semakin lebar jurang pemisah antara si miskin dengan si kaya. Diperlukan kebijaksanaan yang manusiawi jika pemerintah mengambil tindakan tersebut.

d. Peningkatan utang luar negeri, diharapkan dapat memaksimalkan sektor-sektor produksi. Sektor produksi yang sebelumnya lesu diharapkan dapat bergairah karena harus dimaksimalkan untuk menutup utang tersebut. Dampaknya adalah negara menjadi terikat pada lembaga donor, sehingga negara lebih cenderung untuk mengikuti kebijakan lembaga tersebut.