Bundling product (penggabungan produk) adalah sebuah strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan menjual dua atau lebih produknya dalam satu kemasan dan satu harga. Bundling telah menjadi strategi yang efektif dan menguntungkan diberbagai keadaan.

Ada beberapa alasan perusahaan melakukan bundling product antara lain efisiensi biaya, peluang pasar untuk meningkatkan laba, dan strategi kompetitif. Dengan skala ekonomis, bundling dapat berdampak pada penghematan biaya di sisi penawaran. Sebagai contoh, perusahaan dapat menghemat biaya pengemasan dan persediaan dengan  bundling produk daripada harus memasarkan produknya secara terpisah. Berbagai riset dan penelitian yang telah dipublikasikan mengenai macam-macam bundling dengan tujuan ntuk melakukan penghematan biaya. Perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor apakah yang menyebabkan produk  bundling dapat bersaing dengan produk-produk lainnya. Atau apakah permintaan produk bundling berkorelasi positif atau negatif terhadap harga yang harus dibayar oleh konsumen. Biasanya harga dari produk bundling lebih rendah harga masing-masnig unit yang di-bundling.

Sebagai strategi yang kompetitif, produk perusahaan yang berhasil (laris di pasaran) dapat dibundling dengan produk yang baru atau produk-produk yang kurang laku agar dikenal oleh konsumen. Bundling sering dimaksudkan untuk menarik nilai-dan kemudahan-mencari pelanggan yang dinyatakan akan membeli dari pemasok atau supplier lain beberapa dengan menawarkan kombinasi yang unik atau menarik barang dibandingkan dengan pesaing mereka.

Dalam praktek pemasaran pada umumnya, tidak ada rumus yang tepat untuk  membuat sebuah paket bundling agar  sukses di pasaran. Namun, beberapa pengamat telah mencatat beberapa kualitas yang muncul, umumnya  strategi bundling cukup sukses dipasaran. Menurut sebuah studi tahun 1997 oleh Mercer Management Consulting, Lexington, Massachusetts, bundle yang baik memiliki lima kualitas: (1) paket tersebut memiliki nilai lebih daripada jumlah tiap-tiap unit, (2) bundel memberikan  kesederhanaan dan kemudahan dalam memilih di antara berbagai pilihan ; (3) bundel memecahkan masalah bagi konsumen, (4) bundel adalah fokus dan bersandar dalam upaya untuk menghindari membawa pilihan konsumen tidak digunakan untuk, dan (5) bundel menarik perhatian  atau bahkan kontroversi.

Kegiatan monopoli yang dituduhkan kepada Microsoft adalah tidak benar. Karena bundling merupakan strategi pemasaran yang digunakan Microsoft dalam memasarkan produknya. Produk utama dari Microsoft adalah system operasi Windows. Kemudian Microsoft melakukan bundling Windows-nya dengan berbagai macam aplikasi yang dapat digunakan Windows seperti Windows media player, internet explore, game dan sebagainya. Dengan bundling, Microsoft tidak perlu melakukan pejualan aplikasi-aplikasinya secara terpisah. Tentu saja ini akan menyebabkan semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan. Misal, biaya pengemasan, promosi, pemasaran, dan lain sebagainya. Bertambahnya biaya-biaya tersebut akan berdampak pada kenaikan harga yang harus dibayar oleh konsumen. Jadi konsumen tidak perlu lagi untuk membeli produk-produk dari Microsoft secara terpisah. Sepertinya Microsoft melakukan monopoli, padahal sudah jelas bahwa pangsa pasar Microsoft adalah system operasi bukan aplikasi-aplikasi seperti browser, media player, ataupun games. Adapaun bila Microsoft juga membuat produk-produk serupa, itu hanyalah bagian dari proses pengembangan produk. Pengembangan produk dalam dunia bisnis adalah hal yang biasa. Perusahaan boleh membuat produk-produk yang serupa dipasaran. Apakah produktersebut laku di pasaran atau tidak, tergantung bagaimana konsumen menilainya. Konsumen berhak untuk memilih produk-produk manakah yang menguntungkan bagi dirinya. Dalam memilih produk, konsumen memiliki alas an-alasan tertentu yang tidak dapat dipaksakan oleh produsen. Jadi semunya tergantung sepenuhnya kepada penilaian dari konsumen. Adapun bundling yang dilakukan oleh Microsoft adalah untuk mempermudah proses pemasaran. Aplikasi-plikasi yang dibuat oleh Microsoft adalah produk tambahan. Produk tambahan tersebut “menumpang” pada pangsa pasar produk utama. Windows menguasai pangsa pasar dari system operasi. Tentu saja produk apliksi Microsoft juga akan mengikuti pangsa pasar dari Windows. Hal ini tentu saja membuat para pesaing-pesaing dari perusahaan pembuat aplikasi berusaha untuk merebut pangsa pasar dari Microsoft, termasuk melakukan penudduhan kegiatan monopoli kepada Microsoft.

Konsep Kepuasan Konsumen

Kotler menyatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya, sedangkan Wilkie mendefinisikan kepuasan pelanggan sebagai suatu tanggapan emosial pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu produk atau jasa.

Kepuasan merupakan tingkat perasaan konsumen yang diperoleh setelah konsumen melakukan/menikmati sesuatu. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kepuasan konsumen merupakan perbedaan antara yang diharapkan konsumen (nilai harapan) dengan situasi yang diberikan perusahaan di dalam usaha memenuhi harapan konsumen.  Pemenuhan harapan akan menciptakan kepuasan bagi konsumen.

  1. Menurut Kotler, konsumen yang terpuaskan akan menjadi pelanggan, dan mereka akan :
    1. melakukan pembelian ulang
    2. mengatakan hal-hal yang baik tentang perusahaan kepada orang lain.
    3. kurang memperhatikan merek ataupun iklan produk pesaing
    4. membeli produk yang lain dari perusahaan yang sama

Setiap perusahaan atau organisasi yang menggunakan strategi kepuasan konsumen akan menyebabkan para pesaingnya berusaha keras merebut atau mempertahankan konsumen suatu perusahaan. Kepuasan knsumen akan menyebabkan para pesaingnya berusaha keras merebut atau mempertahankan konsumen suatu perusahaan. Kepuasan konsumen merupakan strategi jangka panjang yang membutuhkan konsumen baik dari segi dana maupun sumber daya manusia (Schnaars,1991).

Kepuasan pelanggan menurut Rangkuti (2004) adalah mengukur sejauh mana harapan pelanggan terhadap produk atau jasa yang diberikan dan telah sesuai dengan aktual produk atau jasa yang ia rasakan. Kotler (2002) secara umum ia menyatakan bahwa :
“Kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul setelah membandingkan antara persepsi/kesannya terhadap kinerja (atau hasil) suatu produk dan harapan-harapannya”.

Strategi yang digunakan oleh Microsoft  dalam pemasaran produknya adalah Strategi unconditional guarantees (Hart,1988) atau extra ordinary guarantees. Strategi ini berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan konsumen yang akhirnya akan menjadi sumber dinamisme penyempurnaan mutu produk atau jasa dan kinerja perusahaan. Microsoft selalu berusaha untuk mengembangkan produk-produknya. Microsoft tak bosan-bosannya melakukan pengembangan produk. Kegiatan inovasi telah menjadi bagian dari kegiatannya. Seperti pengembangan Windows 93, Widows 95, Windows, 98, Windows 2000, Windows XP, hingga yang terbaru Windows Seven.

Selain itu Microsoft juga menerapkan Quality Function Deployment (QFD). Quality Function Deployment (QFD) merupakan praktek dalam merancang suatu proses sebagai tanggapan terhadap kebutuhan konsumen. Hal ini melibatkan konsumen dalam proses mengembangkan produk/jasa sedini mungkin dengan demikian memungkinkan perusahaan untuk memperioritaskan kebutuhan konsumen serta memperbaiki proses hingga tercapainya efektivitas maksimum. Sebagaimana Microsoft mengeluarkan produknya seperti Microsoft Office. Dengan adanya produk tersebut, konsumen merasa dimanjakan oleh Microsoft. Seluruh kegiatan korespondensi dan administrasi dapat dilakukan dengan produk tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Microsoft melakukan bundle produk. Bundling product (penggabungan produk) adalah sebuah strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan menjual dua atau lebih produknya dalam satu kemasan dan satu harga. Produk utama digabungkan menjadi satu dengan produk tambahan. Sehingga konsumen dapat mendapatkan kepuasan tambahan dengan tambahan produk yang diberikan oleh Microsoft. Misal dengan membeli system operasi Windows, konsumen juga mendapatkan games, internet explore, media players dan lain sebagainya hanya dengan membayar harga untuk Windows saja. Artinya konsumen yang membeli Windows tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan browser, games, dan aplikasi-aplikasi lainnya. Dengan begitu konsumen akan mendapatkan kepuasan tambahan.

(dari berbagai sumber)